Nama :
Andreas Pramusinta
NIM/Kelas :
094284036/B
Fak/Jurusan :
FIS/S1-Pendidikan Sejarah 2009
Mata Kuliah :
Sejarah Maritim
UAS SEJARAH MARITIM
- 1. Dalam konteks perkembangan kemaritiman Indonesia, jelaskan keuntungan kita dengan adanya deklarasi Djuanda???
Deklarasi
Djuanda yang dicetuskan pada 13 Desember 1957 oleh Perdana Menteri Indonesia pada
saat itu Djuanda Kartawidjaja, adalah deklarasi yang menyatakan kepada dunia
bahwa laut Indonesia adalah termasuk laut sekitar, di antara dan dan di dalam
kepulauan Indonesia menjadi satu wilayah NKRI.
Isi
dari Deklarasi Djuanda yang di tulis 13Desember 1957, menyatakan :
1.
Bahwa Indonesia menyatakan sebagai negara
kepulauan yang mempunyai corak tersendiri.
2.
Bahwa sejak dahulu kala kepulauan Nusantara ini
sudah merupakan suatu kesatuan.
3.
Ketentuan ordonansi 1939 tentang Ordonansi,
dapat memecah belah keutuhan wilayah Indonesia dari Deklarasi tersebut
mengandung sebuah tujuan :
a.
Untuk emwujudkan bentuk wilayah Kesatuan
Republik Indonesia yang utuh dan bulat.
b.
Untuk menentukan batas-batas wilayah NKRI,
sesuai dengan azaz negara Kepulauan.
c.
Untuk mengatur lalu lintas damai pelayaran yang
lebih menjamin keamanan dan keselamatan NKRI.
Berikut
manfaat adanya Deklarasi Juanda diantaranya yaitu:
·
laut-laut
antarpulau merupakan wilayah RI dan bukan kawasan bebas sehingga tidak boleh
bagi kapal-kapal asing yang ingin mengeksploitasi sumber daya alam khususnya di
wilayah perairan Indonesia yang mutlak telah menjadi wilayah NKRI
·
luas wilayah Republik Indonesia berganda 2,5
kali lipat dari 2.027.087 km² menjadi 5.193.250 km²
·
perairan
pedalaman atau perairan nasional yang berada dibawah kedaulatan mutlak Negara
Republik Indonesia
·
menjadi
pemersatu dan penghubung antarpulau, Pulau yang ada di wilayah Indonesia
berjumlah lebih dari 17.500 pulau baik yang besar maupun yang kecil.
·
Dengan
banyaknya jumlah pulau menyebabkan Indonesia memiliki garis pantai yang
panjang. Panjang garis pantai di Indonesia sejauh 81.000 km dan merupakan salah
satu garis pantai yang terpanjang di dunia. Adanya garis pantai yang panjang
akan menguntungkan bagi negara Indoneisa, sebab kekayaan yang terkandung di
dalamnya menjadi hak milik negara.
·
batas-batas
wilayah laut di Indonesia harus diakui oleh dunia internasional
·
Laut
memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteraan negara Indonesia. Selain
sebagai sarana penghubung antarpulau, laut juga merupakan penghasil sumber daya
hayati dan sumber daya nonhayati. Sumber daya tersebut merupakan kekayaan bagi
negara Indonesia yang akan memberikan kesejahteraan bagi semua rakyat
·
Negara
Indonesia berhak melakukan eksploitasi, eksplorasi, pengolahan, dan pelestarian
sumber kekayaan alam yang berada di dalamnya baik di dasar laut maupun air laut
di atasnya.
·
Pemerintah
Indonesia berhak melakukan eksplorasi dan eksploitasi kekayaan alam yang berada
di wilayah batas landas kontinen.
- 2. Menurut AB Lapian, secara garis besar pembahasan masalah kemaritiman berkaitan dengan aspek perdagangan laut, pelayaran, perkapalan, perikanan, dan perompakan. jelaskan masing-masing aspek tersebut!!
Kemaritiman
dalam beberapa aspek menurut AB Lapian :
a.
Peradagangan
laut dan pelayaran : Melalui pelayaran dan perdagangan, berbagai
tempat saling bersentuhan dan pengaruh mempengaruhi satu dengan lainnya.
Apalagi kepulauan Indonesia terletak di antara silang pelayaran dan perdagangan
antar wilayah yang berpusat di Kanton, Cina. Sejak awal Masehi, kepulauan
Indonesia telah terlibat di dalam dinamika itu. Secara geografis, pelayaran itu
melintasi beberapa jalur di kepulauan Indonesia dalam upaya mencapai Kanton
b.
Perkapalan
dan Perikanan : sejak dahulu sudah mengenal kapal-kapal
sebellum adanya kapal uap, mereka hanya mengandalkan naluri terhadap alam dan
mereka belum mengenal navigasi. Mereka mengandalkan dan melihat melawan alam
dalam berburu ikan sampai kesamudra lautan yang luas. Nenek moyang bangsa
Indonesia sungguh tangguh, mereka belom mengenal tekhnologi tetapi mereka nekat
untuk mencari pencarian dan untuk hidup.
c.
Perompakan : trikotomi
tipologi dalam konstelasi dan dinamika di laut, sebagai Raja Laut, Bajak Laut dan
Orang Laut. Pengembangan setelah itu memperluas salah satu tipologi itu.
Misalnya, konsep Raja Laut, atau
penguasa laut, dikembangkan dalam penelitian tentang kerajaan maritim dan
perebutan hegemoni. Di balik perkembangan ini, fenomena Bajak Laut muncul.
Sementara deskripsi tentang Orang Laut lebih banyak digarap dalam kajian
Antropologi. Walau agak berbeda, dalam konteks ini masyarakat pantai, seperti
nelayan, menjadi pokok bahasan.
- 3. jelaskan bagaimana kegiatan perdagangan awal di asia tenggara menurut Van Leur dan mailink roelofsz!!
Kegiatan perdagangan awal di Asia
Tenggara menurut Van Leur dan Mailink roelofsz adalah pandangan kolonial
tentang Indonesia sejak abad 17di atas geladak kapal, tembok benteng, dan
kantor dagang. kedatangan
VOC untuk berdagang didaerah Asia tidak membawa perubahan apa-apa. Perubahan
sosial di Asia atau Asia Tenggara atau di Indonesia, baru terjadi sejak abad ke
19, berkaitan dengan industrialisasi di Eropah, atau setelah VOC dibubarkan dan
perannya diambil alih oleh Pemerintah Belanda. Sebelum kedatangan bangsa Eropo
kehidupan di Asia Tenggara, asia, dan Indonesia sangatlah makmur terutama dalam
bidang pertanian.
- 4. jelaskan sebab-sebab terjadinya kemunduran usaha perikanan laut jawa pada tahun 1800-1900!
Sebab-sebab terjadinya kemunduran
usaha perikanan laut jawa pada tahun 1800-1900, karena sejak tahun 1800 –an,
usaha penangkapan ikan di Jawa mengalami kemunduran secara drastis. Jumlah
beberapa armada penangkpan ikan lepas pantai merosot secara tajam. Produksi
ikan yang ada tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan konsumsi ikan setempat, dan
import ikan meningkat secara tajam. Banyak faktor tentunya yang mempengaruhi
kemerosotan usaha perikanan laut di Jawa, akan tetapi pengaruh dari perubahan
struktural yang terjadi pada tahun 1870-an tampak sangat menonjol. Pada tahun
1864, pemerintah Hindia Belanda yang dahulunya terdapat sistem sewa dalam
perikanan oleh Belanda di hapus sistem sewa pada sektor penangkapan ikan dan
menerapkan sistem perusahaan. Penghapusan sistem sewa ini mengakibatkan
terjadinya restrukturalisai sektor penangkapan ikan. Selain itu, liberalisasi
ekonomi yang dijalankan Belanda sejak tahun 1870-an juga banyak berpengaruh
pada pertumbuhan sektor usaha penangkapan ikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar